.: Poltekes Yapkesbi Sukabumi :.

Navigation




"Dengar Kata Ospek Pasti Takut, Deh"

09-09-2013,Ivan Fadil - Okezone,

Tahun ajaran baru berarti akan ada penghuni baru yang akan menempati kampus. Maka setiap tahunnya, setiap kampus akan menggelar penyambutan mahasiswa baru, yang umumnya dikenal dengan ospek.

Mendengar istilah ospek, sering kali terlintas bayangan-bayangan yang tidak menyenangkan. Seperti penuturan beberapa mahasiswi Universitas Sahid Jakarta kepada Okezone, Senin (9/9/2013).

"Awalnya sempat takut sih. Takut dikerjain sama senior. Tapi pas briefing katanya ini bukan ospek, kata senior kali ini formatnya berbeda, enggak akan ada penyiksaan. Jadi aku percaya saja," ujar Astrid Remiva, mahasiswi Fakultas Hukum Usahid.

Hal senada juga diungkapkan Dhania Tri Surya. Mahasiswi Jurnalistik ini mengatakan bahwa awalnya dia sempat takut karena tidak memiliki kenalan sama sekali.

"Pertama lihat muka senior jutek-jutek gitu, jadi takut. Eh ternyata selama briefing kemarin itu mereka baik-baik. Kan takut soalnya enggak punya teman," tutur Dhania.

Universitas Sahid, Jakarta, sendiri mengadakan penyambutan mahasiswa baru yang diberi nama Osmaru, singkatan dari Orientasi Studi Mahasiswa Baru. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari dan dimeriahkan dengan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Namun menurut Rahmatia, mahasiswi Fakultas Teknologi Industri Pertanian, ospek yang terlalu lama itu membuang-buang waktu saja. "Ospek atau orientasi atau apa pun namanya, sebaiknya dilakukan sehari saja. Duduk seminar terus pulang. Jadi kan enggak usah buang-buang waktu, sisa harinya bisa langsung kuliah," ungkapnya.

Astrid menambahkan, orientasi itu penting dan dia sangat antusias untuk menempuhnya karena temanya sesuai dengan cita-cita. "Aku tertarik untuk berwirausaha, tema orientasinya pas. Jadi ya penting sih diadakan orientasi semacam ini," imbuh Astrid.

Apapun namanya kini, ospek sejatinya harus memberikan bekal kepada mahasiswa baru untuk menempuh kuliah ke depannya. (rfa)